Posted by: nisa | April 25, 2008

Forever Leader….

Ada pepatah yang mengatakan “hidup ini kadang di atas kadang di bawah”. Begitupula dengan kepemimpinan. Kadang memimpin, kadang dipimpin. Ada kalanya kita menjadi karyawan, ada kalanya kita menjadi atasan. Bahkan ada yang seumur hidup hanya menjadi karyawan saja. Tidak pernah memimpin. Tapi apa benar dia itu tidak pernah memimpin?

Dari semua dunia yang mengikat kita, dunia kerja, dunia keluarga, dunia pertemanan, dunia kampus, sekolah, dan lain sebagainya, ada satu dunia yang hanya akan selalu berada di bawah kepemimpinan kita. Dunia yang merupakan kerajaan kita sendiri dimana kitalah pusatnya, kitalah yang memimpinnya, mengambil keputusan untuknya, dan membawanya kepada tujuan yang lebih baik. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari atau mengabaikan dunia tersebut.

Dunia kecil ini kita beri nama = DIRI (Dunia Sendiri / Dunia Pribadi).

DIRI jumlahnya sangat banyak di Bumi yang bulat ini. Setiap DIRI merupakan sebuah negara atau kerajaan yang mungkin tidak kelihatan secara fisik, namun sangat nyata menjadi bagian dari dunia-dunia yang lebih besar. Setiap DIRI tumbuh dan berkembang di lokasi yang berbeda-beda, memiliki sistem kenegaraan yang berbeda-beda pula, dan sebagaimana negara pada umumnya, jika memiliki sistem yang kacau maka akan sangat terlihat jelas oleh negara-negara lainnya.

Apa sajakah yang menjadi elemen dari DIRI? Atau siapa sajakah warga negara DIRI ini?

Banyak! Ribuan kajian psikologi menjabarkan berbagai elemen-elemen dari diri ini. Tapi secara umum mereka adalah pikiran, perasaan, dan kesadaran. Pengalaman adalah bagian dari memori yang ada di pikiran, harapan adalah produk atau tujuan yang ingin dicapai. ketakutan, kesedihan, kekecewaan adalah bagian dari perasaan dan di atas itu semua ada sebuah jabatan tertinggi yang harus memimpin berbagai elemen tersebut. Siapakah yang mendudukinya? Anda. Siapakah Anda? Nurul? Bukan, itu nama Anda. Lalu siapa Anda? Anda adalah makhluk yang dilahirkan untuk mempimpin. Pernah dengar ayat yang mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah? Untuk menjadi pemimpin? Memimpin apa? Memimpin dunia yang paling kecil dulu (DIRI) sebelum memimpin dunia yang lebih besar.

Jadi bagaimana sebenarnya memimpin DIRI itu?

Memimpin diri artinya berada dalam kesadaran dan mengetahui segala proses yang terjadi dalam diri. Banyak orang yang membiarkan dirinya terombang-ambing dunianya tanpa pernah waspada. Mereka inilah yang sering mengatakan bahwa prinsip hidupnya adalah “go with the flow”. Lalu bagaimana kalau ternyata “flow” itu menghanyutkan kepada arah yang tidak baik? “Pasrah saja, toh nanti juga berlalu”. Lalu akan menjadi apa Anda ketika sampai pada akhir dari “flow” itu?

Memimpin diri artinya menentukan bagaimana DIRI ini bergerak. Menentukan kapan emosi boleh bergejolak, kapan pikiran harus berhenti, kapan harus marah, kapan harus memaafkan, kapan harus menerima, kapan harus belajar. Stephen Covey pernah menjabarkan bagaimana kita sebenarnya mempunyai pilihan untuk bereaksi. Demikian pula dengan memimpin DIRI ini. Kita selalu punya pilihan dan jangan pernah biarkan orang lain atau keadaan yang mengambil pilihan untuk diri kita.

Bayangkan ketika seseorang yang Anda kenal lewat di depan Anda. Anda menegurnya dan ia sama sekali tidak menjawab, malah berkerut wajah. Apa yang Anda rasakan? Tersinggung? Lalu apa Anda lakukan? Membicarakan kesombongan orang itu dengan teman Anda yang lain? Lalu itu akan meninggalkan secercah emosi negatif pada diri Anda mengenai orang tersebut. Setiap bertemu dengannya Anda langsung merasakan emosi negatif itu dan memakinya dalam hati. Tahukah Anda apa yang baru saja terjadi? Anda menyerahkan wewenang untuk mengendalikan diri Anda kepada orang tersebut. Ya! Orang yang Anda benci itu. Hanya dengan melihat wajahnya, Dia sudah bisa membuat Anda kesal. Itu tandanya emosi Anda, yang merupakan anak buah Anda / warga negara Anda telah mematuhi pemimpin negara lain dan Anda membiarkan hal itu terjadi berulang-ulang.

Bagaimana jika ketika mendapat stimulus itu (teman anda berkerut wajah ketika ditegur) Anda langsung memimpin diri Anda? Pikiran yang menjabarkan aksi itu sebagai bentuk kesombongan, Anda perintahkan untuk diam. Lalu berpikirlah lebih kreatif, mungkin ia sedang ada masalah atau sedang ingin ke kamar mandi? Lalu maafkan hal itu. Dalam keadaan lain Anda bisa berada dalam posisi itu dan tidak terima ketika orang lain begitu saja menilai Anda sombong. Dengan begitu tidak perlu ada kebencian, tidak ada emosi negatif yang menggerogoti anda setiap kali bertemu dengannya, dan elemen DIRI anda akan patuh pada pemimpinnya. Percaya atau tidak, dunia akan terlihat lebih indah dengan begitu.

Hal lain yang juga menjadi hal yang sangat lucu adalah ketika berbincang dengan teman yang menceritakan tentang dirinya sendiri. Dia berkata begini

“mungkin saat itu aku sedang kesal. Mungkin aku kurang mengerti maksud dari omongannya. Mungkin aku

harus minta maaf sekarang.”

Lucu bukan? Dia membicarakan dirinya seolah membicarakan orang lain. Mengapa harus “Mungkin saat itu aku sedang kesal”? Mungkin?? Apakah itu tandanya dia tidak tahu pasti tentang dirinya sendiri? Mungkin?? Apakah dia tidak mengenali diri yang dia bawa-bawa kemanapun pergi 24 jam sehari seumur hidupnya? Mungkin?? Anehnya hal ini justru sudah menjadi pembicaraan yang biasa. Berarti semakin banyak orang yang tidak yakin dengan sifat yang dimilikinya sendiri.

Kunci kepemimpinan DIRI ini adalah sabar. Sabar bukan berarti pasrah, tetapi memberi ruang sejenak agar bisa menganalisa situasi dengan lebih baik. Sabar, biarkan kepemimpinan diri ini berperan, barulah mengambil keputusan. Ketika datang sebuah stimulus, sabar, beri ruang sejenak untuk menganalisa, reaksi apa yang sebaiknya diambil? Reaksi mana yang akan mendamaikan kedua belah pihak dan berdampak positif bagi keduanya? Bagaimana menyampaikannya dengan baik? Baru bertindak. Jadilah pemimpin DIRI yang baik. Karena, berbeda dengan warga negara lain, warga negara DIRI akan melapor pada sang Pencipta nantinya tentang kepemimpinan seperti apa yang selama ini mereka peroleh. Jangan sampai terlambat untuk merubahnya…..

-Leader Series

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.